Bisnis4 menit baca
Anthropic Pertimbangkan Rilis Model AI Baru Jelang IPO
Tertekan laju GPT-6 Astra, Anthropic menimbang peluncuran model baru, padahal CEO-nya baru saja menyerukan agar industri AI memperlambat laju.
Oleh Hubert Tjandra

Anthropic, perusahaan pengembang model AI Claude, tengah mempertimbangkan peluncuran model kecerdasan buatan (AI) baru untuk membendung laju OpenAI setelah perilisan GPT-6 Astra. Kabar ini disampaikan tiga sumber kepada kantor berita Reuters, Jumat (18/9/2026), menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO) Anthropic.
Langkah itu terbilang kontras dengan sikap Anthropic sendiri. Pada 12 September, CEO Anthropic Dario Amodei menerbitkan esai sepanjang 3.800 kata yang mengajak komunitas AI global mengerem laju peluncuran kemampuan baru demi alasan keamanan.
"Kita harus memperlambat laju peningkatan kemampuan model AI," tulis Amodei dalam esainya.
Esai tersebut melukiskan skenario suram: kawanan agen AI menguasai internet dan bergerak lebih cepat daripada kendali manusia. Seruan itu didukung CEO OpenAI Sam Altman dan CEO SpaceX Elon Musk.
Anthropic menolak berkomentar. Menurut salah satu sumber, perusahaan itu sedang mengevaluasi keamanan model berikutnya sebagai bagian dari pertimbangan sebelum merilisnya.
GPT-6 Astra Menggerus Posisi Anthropic
OpenAI merilis GPT-6 Astra pada 3 September dengan klaim peningkatan di bidang pengoperasian komputer, rekayasa perangkat lunak, keamanan siber, dan pekerjaan profesional. Model ini disambut hangat oleh perusahaan dan pengembang, hingga sebagian investor mengaku sedang meninjau ulang posisi Anthropic sebagai penyedia AI terdepan untuk kalangan perusahaan.
Angkanya mulai terlihat. Data Ramp, platform pengelola pengeluaran perusahaan, menunjukkan Astra menyerap sekitar 13% belanja AI perusahaan yang mereka catat, dibandingkan sekitar 8% untuk Claude Fable milik Anthropic.
Astra juga unggul di OpenRouter, platform yang banyak dipakai pengembang untuk menyalurkan permintaan ke berbagai model AI. Pekan lalu, pengguna OpenRouter membelanjakan lebih banyak untuk model OpenAI dibanding model Anthropic. Ini pertama kalinya OpenAI memimpin di ukuran tersebut dalam lebih dari dua setengah tahun.
Pendapatan Anthropic Masih Jauh di Depan
Tidak semua investor khawatir. Sebagian investor lama, juga investor yang berencana masuk ke IPO Anthropic maupun OpenAI, menilai Astra belum menjadi ancaman serius. Alasannya, keunggulan Anthropic di pasar AI perusahaan masih lebar, dan perusahaan besar butuh waktu lama untuk mengganti vendor yang sudah dipakai.
Pendapatan tahunan yang disetahunkan (run rate) Anthropic melampaui US$65 miliar pada akhir Juli, melonjak dari sekitar US$9 miliar pada akhir 2025. Reuters sebelumnya juga melaporkan Anthropic memproyeksikan pendapatan 2028 sekitar US$190 miliar hingga US$200 miliar. Sebagai pembanding, run rate OpenAI melewati US$40 miliar pada Juli.
Meski begitu, investor memperkirakan posisi teratas antara Anthropic, OpenAI, Google, dan pengembang AI besar lainnya akan terus berganti setiap kali generasi model baru dirilis. Artinya, keunggulan siapa pun bisa bersifat sementara.
Dilema: Model Baru atau Laba
Menurut sumber yang memahami pemikiran perusahaan, sebagian diskusi internal Anthropic membahas cara menyeimbangkan investasi untuk merilis model baru dengan upaya memperkuat profitabilitas. Suku bunga yang naik membuat investor makin memperhatikan kapan laba akan datang.
Tekanan serupa dirasakan perusahaan-perusahaan di pusat ledakan AI: mereka dituntut menghasilkan arus kas yang berkelanjutan lebih cepat, di tengah naiknya suku bunga dan ketatnya persaingan dari penyedia AI sumber terbuka (open-source), terutama dari China.
Rencana peluncuran ini akan menguji kemampuan Anthropic mempertahankan pasar perusahaan dari serangan OpenAI, sambil tetap menjaga identitasnya sebagai perusahaan yang mengutamakan keamanan AI.
Ancaman yang Lebih Besar: Model Terbuka
Menurut para investor, tantangan yang lebih besar justru datang dari model open-source dan open-weight, yaitu model yang bobotnya dibagikan terbuka sehingga bisa dijalankan sendiri. Model seperti ini dapat menekan biaya token dan memungkinkan perusahaan membangun lebih banyak infrastruktur AI sendiri, alih-alih bergantung pada penyedia seperti Anthropic dan OpenAI.
Contohnya sudah muncul. Meta Platforms, salah satu pelanggan terbesar Anthropic, disebut berupaya mengurangi pemakaian model Anthropic seiring pengembangan kemampuan AI internalnya, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut. Meta belum menanggapi permintaan komentar.
Jadwal IPO Bisa Mundur
Di sisi lain, OpenAI mengendurkan perlombaan menuju bursa saham. Sam Altman memastikan pada Sabtu pekan lalu bahwa OpenAI tidak akan melantai di bursa pada 2026, dengan alasan kekhawatiran soal keamanan AI membuat saat ini bukan waktu yang tepat.
Adapun IPO Anthropic bisa digeser hingga setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada November, menurut dua sumber, meski pemilu tersebut tidak diperkirakan berdampak besar pada penawaran saham. Jadwal IPO ini sudah pernah mundur dari rencana awal. Reuters sebelumnya melaporkan pemasaran saham paling cepat baru dimulai pertengahan Oktober.
Apa Artinya bagi Bisnis di Indonesia
Persaingan di puncak industri AI ini membawa tiga pelajaran bagi pelaku usaha.
Pertama, persaingan menguntungkan pengguna. Ketika perusahaan AI raksasa berebut pelanggan, kemampuan model naik cepat dan tekanan terhadap harga makin besar. Bisnis di Indonesia berpeluang mendapatkan AI yang lebih canggih dengan biaya yang makin terjangkau.
Kedua, jangan bergantung pada satu model. GPT-6 Astra baru dirilis 3 September, tetapi dalam dua pekan sudah memimpin belanja pengembang di OpenRouter. Pemimpin pasar bisa berganti secepat itu. Rancang otomasi bisnis Anda agar model AI di dalamnya bisa diganti tanpa membongkar seluruh sistem, sehingga Anda selalu bisa memakai model terbaik dengan harga terbaik.
Ketiga, model terbuka membuka opsi hemat. Untuk pekerjaan rutin seperti membalas pertanyaan pelanggan atau merapikan data, model open-weight bisa menjadi alternatif yang lebih murah. Pilih model sesuai kebutuhan pekerjaannya, bukan sekadar yang paling ramai dibicarakan.
Artikel ini disusun berdasarkan laporan Reuters (18/9/2026).
Ingin AI bekerja untuk bisnis Anda?
Hectro membangun automation workflow — dari integrasi aplikasi sampai chatbot WhatsApp — yang langsung dipakai di bisnis Anda.



