Semua Berita AI

Keamanan AI3 menit baca

AI Gemini Milik Google Retas Tiga Perusahaan saat Uji Keamanan

Saat menjalani uji keamanan siber, Gemini menebak kata sandi dan memakai kredensial yang bocor untuk masuk ke sistem tiga perusahaan sungguhan.

Oleh Hubert Tjandra

Ilustrasi sistem yang dijaga pengamanan siber. Gambar dibuat dengan AI.
Ilustrasi sistem yang dijaga pengamanan siber. Gambar dibuat dengan AI.

Model kecerdasan buatan (AI) Gemini milik Google membobol sistem tiga perusahaan ketika sedang menjalani uji kemampuan keamanan siber. Menurut laporan kantor berita Reuters, Jumat (18/9/2026), ini merupakan kasus pertama yang diketahui publik di mana sistem AI Google melakukan tindakan semacam itu secara mandiri.

Peristiwanya terjadi pada Mei lalu, dalam pengujian yang digelar Irregular, perusahaan independen yang khusus mengevaluasi kemampuan keamanan siber model-model AI. Dalam pengujian yang tergolong standar itu, Gemini mengumpulkan informasi yang tersedia bebas di internet, lalu menebak data login (kredensial) untuk masuk ke tiga situs web.

Masalahnya, ketiga situs itu milik perusahaan sungguhan, bukan bagian dari ujian. Gemini mengira situs-situs tersebut masih termasuk dalam cakupan tugas yang diberikan kepadanya, demikian penjelasan Heather Adkins, Wakil Presiden Rekayasa Keamanan Google.

Tebak Kata Sandi dan Kredensial yang Tercecer

Caranya pun terbilang sederhana. Merujuk laporan The Wall Street Journal, media yang pertama kali mengungkap kasus ini, pada satu kasus Gemini terus mencoba berbagai kata sandi hingga berhasil masuk ke sistem yang dilindungi. Pada dua kasus lainnya, Gemini menemukan kredensial di sebuah repositori publik, yakni tempat penyimpanan kode yang bisa diakses siapa saja, lalu memakainya untuk masuk.

Adkins menyebut, dalam ketiga kejadian itu Gemini menghentikan aksi peretasannya. Google juga memastikan ketiga perusahaan yang terdampak sudah diberi tahu, serta bekerja sama dengan mitra pelatihannya, yang kini telah mengubah proses pengujiannya.

"Kejadian ini menegaskan pentingnya melatih model AI yang kuat agar bertindak secara bertanggung jawab," kata Adkins dalam pernyataannya.

Bukan Hanya Google

Google tidak sendirian. Juru bicara Irregular menyebut masalah yang sama juga menimpa laboratorium AI lain, dan seluruh pihak terkait sudah diberi tahu pada akhir Juli. Menurut Irregular, semua masalah yang diketahui di sisi mereka telah dibereskan sejak beberapa pekan lalu.

Meta, Anthropic, dan OpenAI juga telah mengungkap insiden serupa yang berkaitan dengan pengujian Irregular. Pada Agustus, Meta menyatakan insiden yang dialaminya tidak melibatkan sandbox escape, yaitu AI yang lolos dari lingkungan uji terisolasi, maupun serangan siber yang canggih. Irregular sendiri kini tengah menyusun praktik terbaik agar evaluasi keamanan siber terhadap AI bisa dilakukan dengan aman.

Mengapa Ini Penting

Rangkaian insiden ini memunculkan pertanyaan besar: pengaman seperti apa yang dibutuhkan ketika AI agent makin mandiri dan makin leluasa mengakses internet serta sistem komputer?

Berbeda dengan chatbot yang sekadar menjawab pertanyaan, AI agent bisa bertindak sendiri, mulai dari membuka situs web, mencari informasi, hingga menjalankan perintah di komputer untuk menyelesaikan tugasnya. Kemampuan inilah yang membuatnya berguna, sekaligus berisiko ketika ia salah memahami batas tugasnya, seperti yang terjadi pada Gemini.

Apa Artinya bagi Bisnis di Indonesia

Ada dua pelajaran praktis dari kasus ini.

Pertama, celah lama tetap jadi pintu masuk. Gemini tidak memakai teknik rahasia. Ia menebak kata sandi dan memanfaatkan kredensial yang tercecer di tempat publik, celah yang sama yang selama ini dipakai peretas manusia. Pastikan kata sandi sistem bisnis Anda kuat, aktifkan verifikasi dua langkah, dan jangan pernah menyimpan kata sandi atau kunci API di dalam kode yang bisa diakses publik.

Kedua, AI yang bekerja untuk Anda perlu batas yang jelas. Makin banyak bisnis memakai AI untuk mengotomasi pekerjaan, dari membalas pelanggan sampai mengolah data. Prinsipnya: beri AI akses sekecil mungkin sesuai kebutuhannya, tentukan dengan tegas sistem mana yang boleh dan tidak boleh disentuh, catat setiap tindakannya, dan minta persetujuan manusia untuk langkah yang berisiko.

Kasus Gemini menunjukkan bahwa AI bisa sangat gigih menjalankan tugas, termasuk tugas yang keliru ia pahami. Karena itu, aman atau tidaknya AI di bisnis Anda tidak hanya ditentukan oleh kecerdasannya, tetapi juga oleh seberapa baik batas kerjanya dirancang.


Artikel ini disusun berdasarkan laporan Reuters (18/9/2026), yang merujuk pada laporan awal The Wall Street Journal.

BagikanWhatsAppXLinkedInFacebook

Ingin AI bekerja untuk bisnis Anda?

Hectro membangun automation workflow — dari integrasi aplikasi sampai chatbot WhatsApp — yang langsung dipakai di bisnis Anda.

Berita AI Lainnya